Gara-Gara Pacari Pemuda Muslim, Seorang Gadis Dibunuh Ayahnya

detik.city, Jakarta – Hanya gara-gara tak bisa terima anaknya berpacaran dengan pemuda Muslim, seorang ayah asal Israel tega membunuh putrinya. Insiden ini terungkap usai pihak kejaksaan Israel mengirimkan laporan ke otoritas pengadilan setempat, Minggu (16/7/2017) silam.

Kasus ini bermula ketika seorang gadis bernama Henrietta Kara (17) ditemukan tewas pada bulan Juni silam, di kediamannya di kota Ramle, Israel. Kepolisian setempat menemukan adanya luka akibat tikaman benda tajam di jenazah gadis yang berasal dari keluarga Yahudi tersebut.

Dari penyelidikan polisi, pembunuhan ini dilakukan oleh ayah korban yang tidak setuju anaknya menjalin hubungan percintaan dengan seorang pemuda Islam. Pelaku juga sempat memukuli korban dan memaksa agar hubungan percintaan tersebut diakhiri, karena dianggap melukai harga diri keluarga yang menganut agama Kristen.

“Saya rela hidup di penjara. Saya tidak peduli,” ujar pelaku saat memukuli Kara di dalam rumahnya, sembari mengancam akan mengusir anaknya apabila meneruskan hubungan percintaan tersebut.

Namun pada hari Senin (12/6/2017), Kara dilaporkan memberikan uang kepada sang pacar yang saat itu tengah menjalani hukuman penjara. Kara juga menyatakan akan masuk agama Islam dan menikah, setelah sang pacar keluar dari pencara. Hal tersebut membuat pelaku semakin murka.

“Pelaku memutuskan untuk membunuh Kara, karena merasa malu dengan sikap anaknya. Pelaku pun langsung menikam korban sebanyak tiga kali dengan pisau yang telah ia bawa, menyebabkan korban tewas di tempat,” ujar pihak kejaksaan Israel.

Peristiwa ini langsung mendapatkan kecaman dari berbagai kalangan. Warga Muslim dan Kristen di Israel pun ramai-ramai mengecam tindakan sang ayah yang disebut sudah keterlaluan.

“Umat Kristen, Yahudi, dan Muslim merasa terkejut dengan insiden ini. Korban adalah seseorang yang amat mencintai hidupnya. Dia memiliki karakter yang baik dan banyak teman. Dia memiliki berbagai rancangan untuk masa depannya. Dia tengah merencanakan untuk merayakan kelulusannya, tetapi ia dibunuh di keesokan harinya,” ujar teman Kara di sekolahnya.

Sampai saat ini, pelaku yang diketahui bernama Sami Kara (58), masih menjalani sidang. Dirinya terancam dikenai pasal tentang pembunuhan. Sayang pihak pengadilan belum memberi informasi terkait tuntutan hukuman yang dikenakan kepada Sami Kara.