Kapal Penyelundup Sabu 1 Ton Ternyata Sempat ke Myanmar untuk Ambil ‘Barang’

detik.city, Jakarta – Sebelum menuju Indonesia, kapal pembawa sabu 1 ton ternyata sempat mampir ke kawasan Myanmar, untuk mengambil narkoba. Setelah itu kapal tersebut baru menuju Anyer, Banten.

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pelaku menggunakan kapal pesiar dari Taiwan melewati Laut Cina Selatan, kemudian mengarah ke Johor, Malaysia.

‎”Mereka masuk selat Malaka mengambil barang (narkoba) di perairan Myanmar,” kata Tito di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (20/7/2017).

Setelah selesai memasukkan narkoba ke kapal, Tito melanjutkan, mereka lalu menyusuri pantai barat hingga masuk ke Selat Sunda. Selama dalam perjalanan, mereka mematikan GPS-nya agar tak terdeteksi.

“Setelah itu menyusuri pantai barat sehingga masuk selat sunda Anyer. Di situ, setelah droping dilaksanakan, kapal ini kemudian bergerak lagi ke Laut Jawa, Selat Karimata, dan kemudian ke Batam,” kata Tito.

Sementara, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta mengatakan, dari hasil penyelidikan, sindikat ersebut dikendalikan olen sescorang yang berada di Taiwan berinsial AB.

“AB menyuruh Li Ming Hui untuk mengendalikan di Indonesia dan memperalat beberapa perempuan sebagai penyewa hotel, mobil, dan Iain-lain. Sebagai pelaksana lapangan Li menyuruh tersangka lainnya, CW (Chen Wei Cyuan) , LG (Liao Guan Yu), dan HY (Hsu Yung Li),” kata Nico kepada Kriminalitas.com.

Menurut Nico, kapal bernama Wanderlust berbendera Sierra Leone tersebut memiliki dimensi panjang 27,9 meter dan lebar 6,9 meter dengan tonase sebesar 135 MT.

“Kami tengah bekerja dengan interpol untuk mengejar pelaku berinisial AB yang berada di Taiwan, ” tutup Nico.

Seperti diketahui, para pelaku penyelundupan sabu 1 ton diketahui berjumlah sembilan orang, Mereka adalah Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li. Lin tewas ditembak polisi lantaran melawan saat ditangkap, sementara Chen, Liao, dan Hsu ditangkap hidup-hidup.

Tak berselang lama, polisi berhasil menemukan kapal yang digunakan untuk menyelundupkan barang haram itu dari Tiongkok. Dalam operasi itu, polisi juga mengamankan lima orang anak buah kapal (ABK) yang seluruhnya merupakan WN Taiwan. Mereka adalah Tsai Chih Hung, Sun Chih-Feng, Kuo Chun Yuan, Kuo Chun Hsiung, dan Juang Jin Sheng.

Para tersangka dikenakan pasal pasal 113 ayat (2) subsider pasal 114 ayat (2) lebih subsider pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.